Sabtu, 30 Juli 2011

Tajuk INSAN Vol. 01 2010/2011


A.Pahami Keutamaan Shaum
    Memahami keutaaman Shaum menjadi modal utama untuk meraih sukses dalam melakukan Shaum. Begitu banyak orang yang melakukan Shaum, kalau hanya terbawa oleh, misalnya lingkungan, budaya, atau ikut-ikutan saja, sudah dapat dipastikan Shaumnya tidak akan sukses. Bagaimana mungkin sukses kalau esensi dari Shaum tersebut tidak dipahami.
     Ibadah Shaum adalah ibadah yang memiliki beberapa keunikan dibanding jenis-jenis ibadah lain. Keunikan ibadah ini, apabila mampu dipahami dan dijalani dengan benar, akan menjadi kunci kesuksesan menjadi seorang hamba yang unggul. Ada beberapa keunikan yang harus dipahami oleh kita. Pertama, ibadah Shaum adalah ibadah yang memiliki rentang waktu paling lama dibanding jenis ibadah yang lain. Selama sebulan penuh, hamba-hamba yang beriman secara terus menerus menjalani training siang dan malam. Mulai sholat tarawih yang relatif lama yang dilakukan menjelang tidur, bangun diakhir malam untuk makan sahur, dan sehari penuh menahan lapar dan dahaga ditengah aktivitas harian, serta berbagai kegiatan yang dilakukan untuk mengisi ramadhan. Kedua, ibadah Shaum adalah ibadah yang ‘tersembunyi’. Pandangan kasat mata agak sulit membedakan, apakah seseorang itu Shaum atau tidak. Boleh jadi seseorang ikut sholat tarawih, makan sahur, dan tidak makan minum dihadapan umum, padahal dia tidak Shaum. Hanya Allah-lah yang tahu bahwa seseorang itu benar Shaum atau tidak. Efek dari ibadah’tersembunyi’ ini, hanya orang yang benar-benar berimanlah yang akan melakukannya. Orang yang Shaum karena keimanannya, akan mampu bertahan untuk tidak makan minum dan berbuat apapun yang akan membatalkan Shaum walaupun dalam keadaan sendirian dan tersedia makanan dan minuman yang akan disantap. Inilah pelatihan kejujuran yang sanagt penting, yaitu jujur pada diri sendiri. Ketiga, ibadah Shaum dilakukan secara serentak di seluruh dunia, yang dilakukan oleh seluruh umat islam, tua muda, kaya miskin, dan pria wanita. Obadah Shaum merupakan ibadah masal yang mampu menciptakan suasana khusus selama sebulan penuh. Suasana inilah kiranya yang dimaksud oleh Rasulullah saw. sebagai bulan yang pada saat itu pintu surga yang dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup rapat-rapat.
     Beberapa keunikan dan keutamaan tadi menyebabkan Allah dan Rasul memberikan penghargaan yang sangat tinggi untuk para pelaku Shaum. Allah akan memberikan balasan khusus (langsung dari sisinya) kepada orang yang Shaum. Rasulullah menegaskan bahwa Shaum akan mampu memberikan syafaat(penyelamatan) di yaumil akhir, dan para pelaku Shaum akan masuk surga melalui pintu khusus(Ar-rayyan).

B. Sholat Tarawih
    Sholat tarawih adalah ibadah shalat malam khas yang dilakukan pada bulan ramadhan. Ibadah ini tergolong ibadah sunnah. Sebagian ulama menegaskan bahwa shalat tarawih ini merupakan istilah lain untuk shalat tahajud pada bulan Ramadhan. Artinya, shalat tarawih adalah shalat tahajud yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Shalat ini dapat dilaksanakan kapan saja, antara setelah shalat isya hingga datangnya waktu fajar. Rasulullah saw menganjurkan agar kaum muslimin melaksanakan shalat tarawih ini.
     Shalat tarawih ini yang dilakukan oleh Rasulullah saw, sebagaimana diriwayatkan siti ‘Aisyah ra, tidak lebih dari sebelas rakaat. Dilakukan dengan dua rakaat sekali salam, ditutup dengan witir tiga rakaat atau satu rakaat. Adapun pelaksanaan shalat tarawih lebih dari sebelas rakaat, sesuai yang dicontohkan umar bin Khattab dan Usman bin Affan.
      Saudara-saudaraku, shalat tarawih ini harus dilakukan dengan khusyu’, tertib, dan tidak terburu-buru. Sholat tarawih yang dilakukan terburu-buru tidak diajarkan oleh Rasulullah saw. Ritual khas ini apabila dilakukan dengan khusyu’ dan tertib akan memberikan berbagai keutamaan. Kesalehan, disiplin, dan ukhuwah akan semakin meningkat.
     Tujuan pelaksanan sholat tarawih adalah menjalin interaksi dengan Allah dan kitabullah. Sholat tarawih disunnahkan apabila rakaatnya diperbanyak. Bersemangatlah dalam melakukan sholat tarawih ini, karna sholat tarawih ini adalah sunnah muakadah dan syiar serta kekhususan bulan ramadhan.
     Ritual khas sholat tarawih ini ternyata cukup ampuh digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan hubungan antara para pemimpin dengan masyarakat. Sudah cukup lama kita mengenal istilah TARLING(tarawih keliling) dikalangan para pejabat. Mereka menjadikan media tarawih ini sebagai sarana untuk silaturahmi kemasyarakat binaannya.Apabila acara tarling ini benar-benar dilakukan untuk meningkatkan kedekatan antara para pejabat dan masyarakat, tentu ini menjadi nilai tambah yang sangat besar untuk membangun masyarakat dan bangsa yang berkualitas.
C. Memperbanyak Membaca AL-QURAN
      Bulan ramadhan disebut juga sebagai bulan Al-quran(syahrul quran). Pada bulan ramadhan inilah wahyu pertama Al-quran diturunkan, yaitu surah Al-‘Alaq ayat 1-5. Bahkan menurut salah satu riwayat hadits rasulullah, seluruh isi Al-quran diturunkan oleh Allah ke langit dunia pada bulan Ramadhan.
       Kegandrungan para sahabat untuk terus menerus tilawah Al-Quran memang bukan hanya terjadi pada bulan Ramadhan, hanya pada bulan inilah kegiatan tersebut sangat meningkat. Menurut analisis sejarah, inilah salah satu kunci kejayaan umat islam pada masa itu. Kedekatan umat dengan Al-Quran menjadi kekuatan sangat besar untuk menjadikan umat islam sebagai umat yang unggul. Kiranya tidak terlambat kalau kita mulai pada bulan Ramadhan ini untuk’ berakrab-akrab’ dengan Al-Quran.
     Adapun membaca yang diajarkan oleh rasulullah saw yaitu membaca Al-Quran dengan tadabbur(meresapi dan memahami makna) dengan khusyu’. Bacaan seperti ini akan mempertajam pandangan dan obat bagi hati yang sakit. Apabila seorang mukmin telah konsisten membaca Al-Quran dengan tenang, tadabbur, dan khusyu’, maka hatinya akan terbuka bebas dari belenggu serta akan terpancar cahaya Al-Quran dari jiwanya .

Kiranya inilah esensi tilawah Al-quran yang saat ini harus kembali kita hidupkan.
     Perbanyaklah membaca Al-Quran dan renungkan kandunagnnya. Niscaya kita akan mendapat kenikmatan yang tiadatara. Kita akan mendapatkan pengaruh yang menakjublan jika kita mampu membaca dengan penghayatan makna. Janganlah membaca dengan bacaan yang susah, jelimet, dan mencoba untuk mengira-ngira terjemahannya. Akan tetapi, bacalah seperti Rasulullah saw dan para sahabatnya. Barangsiapa yang membacanya seperti Rasulullah saw dan para sahabat, niscaya setiap huruf yang dibacanya mendapat sepuluh kebaikan dan Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang mendengar satu ayat dari kitab Allah dengan penuh kejernihan, niscaya ia akan mendapat cahaya dan petunjuk pada hari kiamat.AMIEN.
C. Akhiri Kepergian Ramadhan dengan Kesedihan
       Kegembiraan akan tibanya idul fitri adalah sangat lumrah. Kita berbahagia karena telah menyelesaikan rangkaian ibadah yang sangat ketat dalam waktu yang relatif lama. Kegembiraan kita juga merupakan janji dari Allah dan Rasulnya,yaitu ketika idul fitri. Akan tetapi, diantara kebahagiaan tersebut akan lebih baik apabila tersembunyi kesediaan akan perginya bulan mulia. Kita patut bersedih karena manusia-manusia akan kembali bertarung dengan sang penggoda sejati, iblis laknatullah.
Kita patut bersedih karena hampir semua rambe-rambu larangan maksiat yang dipasang pada bulan Ramadhan akan kembali dicabut. Kita patut bersedih karena kita harus membuktikan hasil tempaan bulan tarbiah. Beberapa lama kita bisa bertahan? Ya Allah, hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan dan petunjuk.
      Saudara-saudaraku, di titik manapun anda berada ketika mulai aktivitas Ramadhan, sungguh, kesempatan terbuka untuk berubah menjadi manusia pilihan, yaitu manusia bertaqwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar